Call Us (021) 7561976 | bengkeljayalas@gmail.com
 Categories : Kanopi

 

canopy1Sudah semakin mudah Untuk Pemasangan Dan Pembuatan Yang Membutuhkan Pekerjaan Tralis dan Pagar Terlebih Kanopi .Worshop Kami sudah Tersedia di Wilayah Jakarta Slipi Palmerah dan diwilayah Sudirman Gedung2 perkantoran SCBD Sudirnab Tower The Energy,Jl. Gedung Kesenian 1 Pasar Baru Sawah Besar Jakarta Pusat DKI Jakarta
Indonesia,
Jakarta Selama hampir dua dekade, Wisma 46 telah menjadi ikon di langit Jakarta. Bahkan pembukaan gedung Sahid,Jakarta Selama hampir dua dekade, Wisma 46 telah menjadi ikon di langit Jakarta. Bahkan pembukaan gedung Sahid,Dalam situs Emporis disebutkan jika Sahid Sudirman menjadi gedung tertinggi pertama di Jakarta dengan tinggi 258 meter, sedangkan posisi kedua diduduki Raffles Jakarta dengan tinggi 253 meter. The Pakubuwono Signature didapuk sebagai gedung tertinggi ketiga dengan 252 meter, sedangkan Wisma BNI 46 dan BCA Tower berada di posisi 4 dan 5 dengan tinggi masing-masing 250 meter dan 230 meter. (art)

Pemasangan Dan Pembuatan Yang Membutuhkan Pekerjaan Tralis dan Pagar Terlebih Kanopi 

VIVAnews – Bangunan bernuansa romawi itu masih terlihat megah. Meski kini keadannya sudah tidak terawat. Dua buah buah patung Julius Caesar serta dua patung singa tepat di pintu masuk, sudah kehilangan kegagahannya. Patung tersebut sudah terlihat kusam tidak terurus.

 

Ada 12 pilar berwana hijau yang berdiri kokoh di depan lobi. Beberapa catnya sudah mulai pudar dan mengelupas. Tanaman liar yang tumbuh tidak terawat di sekeliling gedung seakan menegaskan bahwa gedung ini sudah lama ditinggalkan.

Gedung yang terletak di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, itu memang sudah lama tak ‘berpenghuni’. Lia (49), seorang pedagang di dekat Menara Saidah, mengatakan gedung tersebut sudah lama tidak digunakan.

Menurutnya gedung itu sudah kosong ketika dia baru pindah ke daerah belakang Menara Saidah pada 2007 silam. “Kosongnya ada sekitar enam tahun lah, pokoknya habis lebaran tahun 2007,” kata Lia.

Meski sudah tidak dipakai, pelataran gedung ini masih sering dimanfaatkan untuk Salat Ied. Kata dia, pemilik gedung sering ikut Salat Ied di sana. “Usai Salat Ied suka bagi-bagi uang ke warga sekitar,” ujarnya.

Dia menyayangkan bangunan yang menjulang tinggi itu tidak lagi terpakai. Hingga saat ini masih ada petugas keamanan yang mengawasi gedung. Petugas hansip daerah sekitar terkadang ikut mengawasi karena sering terjadi pencurian. “Di dalam katanya masih ada barang-barangnya,” ucap Lia.

Soal posisi gedung yang dikabarkan miring, Lia mengatakan orang-orang disekitar juga mengatakan serupa. Bahkan banyak warga yang mengkhawatirkannya Namun dia tidak merasa gedung tersebut mengalami kemiringan. “Kata orang-orang sih gitu (miring), saya sih tidak merasa. Tapi ya jangan sampai roboh juga, kalau roboh semua kena,” kata dia.

Sementara itu, salah satu penjaga gedung, Ramon (38), mengaku tidak mengetahui sejarah gedung ini sebab belum lama bekerja sebagai penjaga gedung. “Saya baru enam bulan bekerja di sini, saya kurang tahu soal gedung ini,” ujarnya.

Ramon menambahkan, gedung ini sudah tidak terpakai dan dalam keadaan terkunci. Pemilik gedung kerap datang untuk melihat-lihat keadaan dan manyuruhnya melakukan bersih-bersih. “Biasanya menjelang lebaran, bos suka datang. Ya saya paling bersih-bersih gedung,” ucap Ramon.